lita's posts with tag: kegiatan

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag kegiatan
Photo AlbumPetualangan di 99 Trees (18 photos)Jan 11, '08 9:52 AM
for everyone

Di hari minggu yang cerah, 6 Januari 2008, dalam rangka mengisi liburan, anak-anak Pramuka Siaga Griya Depok Asri diajak berpetualang 'cinta alam' ke 99 Trees Community, Desa Meruyung.

Di sana mereka belajar mengenal pepohonan, menanam pohon, memanen bayam, menangkap ikan, sampai memasak sayur dan ikannya pakai kayu bakar !

O,ya, sempet naik sampan juga lho...:)

Bener2 petualangan yang mengasyikkan...
Dan sebenarnya kami pembina memilihkan paket itu dengan harapan adik-adik siaga belajar mengenai 'proses' bagaimana makanan bisa sampai di meja makan di rumah mereka :)

Mau ikut ngerasain serunya petualangannya ? mampir yuk ke...
http://pramukakita.multiply.com/photos/album/18/Kampung_99_Pepohonan_6_Jan_2008


Blog EntrySurvival Kota Penggalang PGDAJan 3, '08 11:52 AM
for everyone
Awal liburan kemarin, dari tg.23 -25 Desember 2007, adik-adik penggalang PGDA ( Pramuka Griya Depok Asri ) ikut kegiatan camping "Survival kota" a.k.a "Latihan Dasar Kepemimpinan" di Bandung.

Kayak apa tuh kegiatannya ?
Yang jelas serruuu abizz !!


Perjalanan dengan bis umum, petualangan misteri mencari seseorang di Taman Ganesha, petualangan di warnet, menjelajah ke pemukiman padat penduduk yang penuh sampah , mewawancarai warga mengenai sampah, membuat cinderamata dari sampah, mencari tahu hewan-hewan yang dilindungi, berjalan kaki di tengah alam yang masih gelap...

cuma sebagian kecil dari kisah petualangan yang mengesankan mereka...


Ini dia kesan-kesan mereka..
Yang ditulis di
Forum Tunas Kelapa's Lounge

"Acaranya seru abis dari awal sampai akhir yang ga ikut bakalan nyesel. Apalagi di
tambah dengan ka rangga dan kawan-kawan acaranya makin seru deh...........
semoga dengan acara ini di buat pramuka Indonesia makin maju. Amin"
( Insani – 13 th )

"waktu kita pengen ke tempat kemah, rizky itu udah tau rumahnya jadi kita waktu itu lewat jalan pintas yang biasanya rizky lewatin lewat kantor apa gitu yang di deket situ terus kita di suruh jalan sampai ujung kantor dan ternyata eh ternyata dengan keadaan lelah pagernya di gembok jadi kita ga bisa lewat situ udah capek harus balik lagi terus saat ingin keluar dari kantor ada gedung yang memperkecil jalan tapi karna ga ada tangganya dan da sampingnya ada pager eh jadinya riyan sama andre lompatin pager penghalang terus merosot pake pipa palaron ke bawah. eh............... ternyata dari andre dan riyan lompat satpamnya ngeliatin eh semiuanya kabur tinggal ka putri, tania sama farah di introgasi satpamnya untungnya satpamnya baik jadi ga di apa apain cuman di kasih tau tapi matanya si udah melotot ."
( Insani – 13 th )

"Acaranya waktu LDK seru bangetss! Tapi yang paling seru kataku sih yang mau ke goa belanda dan jepang. Bayangin! Kita jam 04.15 nyampe disana (kebayang dong gimana gelapnya), harus melewati tanah dan batu yang semuanya licin, dan dinginnya itu loh. Brrr! tapi,disana kan aku diajarin sama kak putri kalo lagi susah kayak gini mesti baca "Subhanallah Walhamdulillah Walla illahaillalah Huwallahu Akbar". Aku baca itu terus. Pas aku lagi berhenti (kan capek) nggak tau siapa yang gerakin, kaki aku gerak sendiri! Subhanallah! Tapi, pas disuruh berhenti kan yang lain mungkin bilang 'hore' atau 'yes', tapi kakiku malah pegel, pengennya jalan terus.

Kira-kira itu yang menurut aku paling seru, tapi secara keseluruhan semuanya acaranya keren2. Aku jadi tau nama-nama latin binatang (walaupun nggak hapal tapi kan jadi tau).

Aku juga ngerasain betapa enaknya naik MGI apalagi bareng temen-temen, jadi aku mau bilang : MAKASIH KEPADA SEMUA ORANG YANG MEMBANTU MENSUKSESKAN ACARA INI!!!!"
( Tania – 10 th )

"Tadinya tuh aku mau gak ikutan soalnya aku mau ikutan jambore anti narkoba (dari pramuka sekolah) yang diadakan tanggal 23 Desember 2007. Yang ikutan anak pramuka sama anak OSIS. Tapi, ada kabar kalo anak pramuka yang ikutan jambore bakal jadi "babu" (maksudnya yang disuruh-suruh, misal suruh diriin tenda, masak buat anak2 dan pembina, dll) disana. Jadi temen2 pramuka yang deket sama aku pada gak mau ikut. Alesannya gak boleh sama orang tua. Aku jadi gak berminat, alhasil aku ikutan LDK PGDA.

Yang menurutku paling berkesan dari LDK itu adalah:

1. Belanja untuk makan malam, terutama mencari sosis, yang ketemunya di rumah supplier nya. Yang paling tidak menyerah untuk mencari sosis adalah Insan. Kalo gak ada dia, kita gak bakal makan nasi goreng pake sosis, deh!!

2. Wide Game nya amat sangat seru!! kelompokku nyasar ke pos tiga dan ditanya," Mau ulang ke pos satu, apa gagal aja?" Tadinya sih maunya gagal aja, abis ngerasa capeeek banget. Tapi karena kita gak pengen di hina-hina, kita lanjut aja! Tapi pas jalan lagi, rasanya gak terlalu capek lagi, tuh!

3. Pas lagi jurid malem (Subuh kali, yee) Itu juga seru banget. Kita berangkat jam 03.35 pagi!! Kita masih pada teler semua. Terus kita sholat subuh disana. Bbrrrr... udara dan air disana dinginnya bukan main!! Setelah sholat subuh, kita jalan menuju Goa Belanda. Jalannya dipenuhi batu2 dan tanah yang licin, udah gitu sendalku licin banget. Uhh... aku sungguh sial pake sendal itu. Aku jalan bareng Tania dan Kak Putri di belakang. Aku udah ngeluh aja karena aku gak tahan sama sendalku yang licin itu. Tapi, lama kelamaan aku semangat lagi dan berjalan cepat (namun tetap berhati-hati) menuju ke barisan paling depan. Akhirnya aku, Tania, dan kak Putri memimpin, deh! Kita juga duluan nyampe di Goa Belandanya. Tapi gak cuman kita bertiga aja yang duluan, ada Raka, Andre, dan Ardhi (Kalo gak salah, ya!!) yang duluan nyampe. .

Pulang dari Maribaya, kita semua sarapan bubur ayam dulu disebuah restoran (Lupa namanya). Kita kira bakal sempet untuk mandi dulu, tapi karena travelnya udah nyampe, jadi udah gak bakal sempet mandi dulu, deh (Ugh... Bauknya bukan main!!)

Setelah pulang dari sarapan, kita langsung beres2 dan pamitan sama eyang, trus penyerahan topi emas, dan topi emas tersebut didapatkan oleh Insan. Yah... itu sih udah pasti Insan yang dapet! Oya lupa, kita juga bilang "Terima kasih" sama Kak Rangga. Trus, kita pulang, deh! Sebelum itu, kita mampir ketempat oleh2 untuk beli oleh2 buat keluarga atau dimakan sendiri. Setelah itu, langsung kita pulang hingga sampai tujuan... Itu aja pengalamanku.

Semoga makin banyak lagi pengalaman yang akan aku terima di lain hari. Daaaag! "
( Farah – 13 th )

"Semoga perkembangan selanjutnya dapat meng"enjoy"kan semua member yg telah terdaftar di TKL. ( TKL = Tunas Kelapa’s Lounge
http://www.pramuka.forumotion.com/ ) aku sebagai penggalang PGDA mengucapkan Terima Kasih atas semua yg diberi kakak2 PGDA GoodBye........................HAHA........."
( Andre – 13 th )

Seru kann..
PGDA kreatif..PGDA innovatif...
Ru seru seru..ru seru seru..ru seru seru..Ru !! PGDA SERRU!!

Tengok foto-fotonya disini deh..
http://pramukakita.multiply.com/photos/album/16/Latihan_Dasar_Kepemimpinan_23-25_Des_2007


EventSurvival kotaDec 19, '07 11:03 AM
for everyone
Start:     Dec 23, '07
End:     Dec 25, '07
Location:     Bandung
Rencananya mau bawa anak-anak penggalang untuk 'survival kota' ke Bandung. Belajar menggunakan moda transportasi umum.

Photo AlbumSurvey ke Kampung Rusa (5 photos)Dec 19, '07 10:48 AM
for everyone

Ini kegiatan survey pembina pramuka untuk kegiatan mengisi liburan pramuka siaga griya depok asri

Jalan masuknya persis di depan Masjid Kubah Emas Meruyung, Depok

Ada beberapa rumah panggung, rusa, sungai, pohon jati putih,kolam, sawah dll.
Di sana bisa ngapain aja, dari sekedar jalan2, nginep berbulan madu.hehe, outbond, kasih makan rusa, belajar menanam pohon, memandikan kerbau, masak roti dan serabi, nangkep ikan, panen kangkung.. atau mau pengobatan sengat lebah juga bisa..;-)



Belajar mengolah sampah rumah tangga di Kebun Karinda bersama ibu2 pengurus arisan Griya Depok Asri.


Blog EntryMengolah sampah rumah tanggaJul 17, '07 12:16 AM
for everyone
"Sebagai wakil Allah SWT di bumi, kita mendapat titipan memelihara apa yang ada di bumi. Kita diberi Allah SWT makanan, pakaian, rumah, semuanya dari hasil bumi. Lalu apakah pantas kita kembalikan sebagai sampah dan racun yang merusak bumi?"

Itu adalah tulisan pak Djamaludin Suryohadikusumo, mantan menteri Kehutanan RI yang sangat peduli lingkungan, dan di masa purna tugasnya masih melakukan pekerjaan sosial bersama-sama bu Niniek - istrinya - membuat Kebun Karinda di lingkungan rumahnya yang merupakan tempat pelatihan pengolahan sampah menjadi kompos skala rumah tangga.

Selama ini, jujur, saya masih menganut paham "Jangan buang sampah sembarangan !!"
Artinya, saya juga mengajarkan anak-anak untuk 'buanglah sampah di tempat sampah'. Ternyata memang sekarang itu aja ngga cukup
.

Belakangan ini, saya memang sudah mulai sedikit-sedikit memisahkan sampah dapur (organik) dengan sampah plastik (anorganik). Tapi masih belum konsisten karena masih belum ngerti sesudah dipisahkan lalu mau diapain sampah organiknya.

Sebenernya sih, sudah lama juga saya pengen ikut pelatihan di kebun karinda, tapi kesempatan itu baru ada kemarin. Sesudah kebun TOGA ( tanaman obat keluarga ) mulai berjalan di lingkungan kami, kami pengurus arisan berpikir mungkin program berkebun ini bisa 'disambung' dengan program pengolahan sampah rumah tangga.

Dan beberapa waktu yang lalu, saya dapat kesempatan bicara di depan forum arisan ibu-ibu mengenai pengolahan sampah rumah tangga. Pertanyaan pertama yang saya ajukan pada mereka adalah "Bagaimana cara ibu 'membuang' sampah ?"

Hampir 100% mengatakan "Buang segala macam sampah ke tempat sampah dalam rumah, masuk dalam plastik kresek, diiket, buang ke tempat sampah depan rumah, lalu diangkut deh oleh petugas kebersihan..."

Ok, lalu....dibawa ke mana sampah-sampah itu oleh petugas kebersihan di perumahan ? Sebagian besar ibu masih bisa menjawab, dibawa ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS), tapi sesudah dari sana entah diangkut ke mana lagi oleh petugas Dinas Kebersihan Kota.

Yang jelas, sebagian besar kita yang tinggal di perumahan - termasuk saya - merasa sesudah sampah hilang dari pandangan mata kita, kita menganggap sudah menjaga kebersihan lingkungan.

Padahal sebenernya, sampah kita yang mungkin cuma 1 kantong plastik 'kresek', sampai di TPS bergabung dengan 'teman2nya' sesama kantong plastik 'kresek' di satu perumahan itu menjadi bukit 'kecil', bau, kotor, dan jadi sumber penyakit.

Belum selesai di sini, mereka semua ( kantong2 plastik kresek ) diangkut lagi dan berkumpul lagi dengan 'teman2nya' di Tempat Pembuangan Akhir ( TPA ) menjadi gunung 'besar' yang jelek, bau, kotor, beracun dan beratnya berton-ton ! Dan di sana juga numpuk ngga bisa diapa-apain, karena semua bercampur baur...

Lalu muncullah berita, TPA di daerah sana longsor menimpa rumah2 penduduk, atau Bandung menjadi lautan sampah, dst. Belum lagi banjir, penyakit dan pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh sampah2 itu.

Kita cuma bisa prihatin dan mungkin yang ada dalam benak kita...aah, kan kita 'cuma' berkontribusi menyumbang 1 kantong plastik 'kresek' aja sehari kok. Bener ngga ?

Sesudah itu saya juga masih bertanya,"Apa ada ibu yang membakar sampahnya ?" Alhamdulillah semua menjawab,"Wah, kalau dibakar kan polusi". Iya memang, selain polusi dan bisa 'dipentung' tetangga, juga bisa memperparah pemanasan global.

Dan mudah2an sih, ngga ada di antara teman-teman yang menganggap jalan dan sungai itu adalah tempat sampah raksasa..hehehe...

Hmmm...rasanya kok ngga adil ya kalau kita sebagai manusia penghasil sampah cuma bisa menyalahkan Dinas Kebersihan kota kalau ngeliat sampah kota berserakan di mana-mana, dengan alasan "Kan kita sudah bayar uang kebersihan" selanjutnya kan jadi urusan pemerintah kota...

Lalu, apa sih yang bisa kita lakukan ?

Kita harus merubah mind set kita dari "buang sampah pada tempatnya" menjadi "jangan malas memilah sampah". Mulai dari diri kita sendiri, dari rumah tangga kita sendiri aja dulu..

Saya juga sempet berpikir, duh, kayaknya kok susah ya mengolah sampah jadi kompos....gimana caranya yaaa ??

Alhamdulillah, kemarin saya dan keluarga bersama teman-teman kompleks perumahan tempat saya tinggal, bisa belajar mengolah sampah dan pembibitan tanaman di Kebun Karindanya Bapak Ibu Djamaludin.

Dan ternyata...bapak ibu Djamal bisa membuat pekerjaan yang tadinya ( di mata saya ) keliatannya susah dan sangat teoritis, jadi keliatan sederhana...dan bisa langsung dipraktekin di rumah, terutama karena blio juga menyediakan keranjang sakti tempat pengomposan, lengkap dengan petunjuk penggunaannya.

keranjang sakti Takakura

Ini sebagian ilmu yang bisa saya share di sini tentang bagaimana mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos.

Pertama, pilahkan sampah organik ( sampah dapur dan halaman ) dan sampah non organik. Komposisi terbesar dari sampah rumah tangga sekitar 70% sebenarnya adalah sampah organik. Dan ini bisa 'ditahan' di rumah, dan diolah menjadi kompos.

Jenis sampah organik yang bisa diolah menjadi kompos itu adalah :

  • sampah sayur baru
  • sisa sayur basi, tapi ini harus dicuci dulu, peras, lalu buang airnya
  • sisa nasi
  • sisa ikan, ayam, kulit telur
  • sampah buah ( anggur, kulit jeruk, apel dll ). Tapi tidak termasuk kulit buah yang keras seperti kulit salak.

Sampah organik yang tidak bisa diolah :

  • protein seperti daging, ikan, udang, juga lemak, santan, susu karena mengundang lalat sehingga tumbuh belatung
  • biji2 yang utuh atau keras seperti biji salak, asam, lengkeng, alpukat dan sejenisnya. Buah utuh yang tidak dimakan karena busuk dan berair seperti pepaya, melon, jeruk, anggur.
  • sisa sayur yang berkuah harus dibuang airnya, kalau bersantan harus dibilas air dan ditiriskan.

Kedua, semua sampah itu dicacah/dipotong kecil2/ digunting2 jadi kecil, trus masukin deh ke keranjang sakti Takakura, dan diaduk2 dengan kompos activator (kompos lama) . Setiap hari bisa dimasukin sampah baru. Untuk keluarga yang anggotanya sekitar 4-7 orang, keranjang ini akan penuh dalam waktu sekitar 2-4 bulan. Jadi kita bisa panen kompos sekitar 2-4 bulan kemudian. Dan kalau prosesnya benar, maka pengomposan ini sama sekali ngga menimbulkan bau busuk.

Dan istimewanya lagi, kompos yang dihasilkan ini bisa dipake kapan aja dan terserah berapa banyak untuk mupuk tanaman kita...

Udah deh, gitu aja...simpel kan.. Iya, kenapa kita ngga mulai mengubah kebiasaan 'membuang' sampah menjadi 'mengolah' ?

Ayo, siapa yang berminat bergabung dengan jutaan orang di seluruh dunia yang berusaha menjaga kebersihan dan kelestarian alam ?

Bersama pak Djamal di depan Kebun Karinda sebagai kebun percontohan, penyuluhan, pelatihan, termasuk juga pembibitan dan pengomposan.

Blog EntryKe mana aja sih ?Jul 5, '07 6:02 AM
for everyone
 


Judulnya ngga kuku banged...hehe...soalnya itu yang banyak ditanyain di SB ku sama temen2 yang baik hati menengokku selama aku 'semedi'.

Iya sih, abis sebulan semedi harusnya kan tambah sakti, tapi ini kok ya gitu-gitu aja. Masih 'sok sibuk'...

Apa yang mau diceritain ya ?

Sebulan ini rizki baru ujian SD, budi bolak balik seleksi pertukaran pelajar, bimo ikut olimpiade biologi, aku dan mas Udi masih asik nyiapin camping pramuka

Rizki alhamdulillah udah lulus SD dengan cukup baik, udah diwisuda juga, sekarang statusnya udah pelajar SMP, dan akan mulai matrikulasi bahasa inggris tg. 9 Juli besok.

Bimo, naik ke kelas VIII, rangking 3, abis terima rapot terpilih ikut seleksi olimpiade biologi kota depok...wah, dia seneng bangeddd...ngga kaya mas Budi yang doyan Fisika, Bimo emang doyan banged Biologi

Budi, naik ke kelas XI, rangking 1, dari mulai bulan April sebenernya udah mendaftar ikut program pertukaran pelajar (AFS) yang informasinya dia dapet dari tante Hanni. Dan so far berhasil lolos sampai seleksi ke-3 ( terakhir ) di tingkat chapter. Pengumuman nya nanti bulan Agustus. Katanya dia tu pengeeen banged sekolah ke Jepang.

Nah, sekarang semuanya lagi liburrrr.. dan hari sabtu minggu kemaren kita udah camping sama temen-temen pramuka lagi... wah, seneng banged deh...

Bimo dilantik jadi penggalang ramu waktu camping

Rizki juga dilantik jadi penggalang ramu

Sama temen-temen dari Path Finder yang sangat membantu di acara jurid malam

Pada liburan kemana nih ??


Photo AlbumBatu Tapak 1 Juni 2007 (5 photos)Jun 8, '07 12:18 AM
for everyone

Untuk persiapan camping pramuka liburan yang akan datang, para pembina jalan-jalan survey ke lokasi...

Pemandangannya kereenn banget..



Blog EntryAlternatif mengisi liburanJun 7, '07 11:35 PM
for everyone
 
Sebentar lagi liburan ! Anak-anak sekolah biasanya sudah teriak "Asyiiiikkkk !"
Sementara orangtua ada yang masih menimbang-nimbang mau kemana liburan kali ini ya ?
Ke Bali ? Ke Ancol? Ke Bandung? Ke Puncak? ke TMII ? ke Ragunan ?

Atau malah ngga ke mana-mana, di rumah aja, dengan setumpuk rencana, belajar masak, berkebun, dan ketrampilan ?

Sharing yuk...

Hari Kamis, 1 Juni 2007 lalu, kebetulan kami ( para pembina pramuka : bunda Ita & suami, bunda Lilik & suami, bunda Lita & yanda Udi..hehe...salut buat para bunda yang berhasil mengajak suami ) jalan-jalan survey ke camping ground BATU TAPAK di Cidahu, kaki Gunung Salak.

Woowww, rasanya ini bisa jadi alternatif liburan keluarga yang mengasyikan juga lho..

BATU TAPAK itu ada di kawasan hutan lindung bukit Cangkuang desa Cidahu di kaki gunung Salak. Nama Batu Tapak diambil dari legenda tapak batu raksasa yang ditemukan di sekitar area perkemahan.

Di sana ada cagar alam dengan pepohonan damar yang lebat, terhampar di sepanjang lereng, tebing dan bukit, merupakan hutan lindung dengan keanekaragaman hayati sekaligus menjadi rumah berbagai jenis burung dan biota lainnya.

Lingkungan alam nya cocok banget buat kegiatan panjat tebing, tracking, hiking dsb.

Camping ground nya sendiri ada 2 lokasi.
Ada camping ground yang dikelola perhutani yang masih 'wild' buat yang suka camping di alam bebas.

Buat first timer camper, jangan takut, karena ada camping ground 'orang kota' yang dikelola oleh pak Julius.

Tempatnya bagus banget, terkelola dengan sangat baik, ada area parkir yang aman dijaga 24 jam, ada kantin, ada MCK yang banyak dan bersih, juga ada mushola nya..

( Kalau mau liat foto2nya lebih kumplit, mampir yuk ke blog pramuka kita )

Di sana juga bisa dateng ngga bawa apa2, krn bisa nyewa tenda, sleeping bag, matras, kasur, bantal sampai listrik juga, dan bisa beli kayu bakar juga buat api unggun..

Kalau ngga bawa perlengkapan masak juga ada catering ( dari nasi box, catering sampai snack ) atau makan di kantin...hehe...

Biayanya ?
'Hanya' Rp.10.000/org/malam

***

Jadi, buat yang pengen refreshing, menghirup udara segar, dan melihat pemandangan indah, jalan-jalan kesana bisa jadi alternatif kegiatan mengisi liburan yang mengasyikkan..

Seperti kami waktu itu..

Meskipun sempet 'setengah pingsan' waktu hiking, karena belum sempet latihan fisik..hihi, tapi akhirnya berhasil nyampe ke air terjunnya ( 2 air terjun dari 7 air terjun yang ada di sekitar kaki gunung salak ), capeknya langsung terobati, dan narsismenya langsung kumat..

Gimana ngga jatuh cinta liat pemandangan hijau dan segerrr seperti ini.. keren banget !
 
 

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help