Sebenarnya mobil yang kami miliki tidak termasuk mobil mewah.
Kendaraan ‘rakyat’ yang banyak dipakai untuk mobil jemputan anak sekolah

Umurnya pun sudah tidak muda lagi. Sehari-hari, saya pakai untuk pergi belanja atau mengajar.
Biasanya kami memberi ‘minum’ untuk mobil kami itu dengan bensin Premium.
Tapi sejak harga minyak dunia terus menerus naik, mengakibatkan harga bensin juga naik, suamiku malah pindah ke Pertamax.
Bukan untuk sok2an, tapi karena ,”
Rasanya kok ngga tega kalau beli bensin yang bersubsidi”
Bukankah yang namanya subsidi itu maksutnya ditujukan untuk mereka yang 'tidak mampu' ?? ( maaf, tolong dikoreksi kalau saya salah )
Kemudian, di Koran Tempo Minggu, 20 April 2008, headline yang saya baca adalah “Pemakaian Premium melonjak” !
Pengguna Pertamax malah pindah ke Premium.Seorang pemilik sedan BMW, mengaku sudah beralih ke Premium dari semula Pertamax sejak 2 bulan lalu. Katanya, “Sekarang harga Pertamax terlalu mahal, hampir 2 kali lipat Premium”.
Sebenarnya, ini terjadi karena
ketidak tahuan, atau
ketidak pedulian sih ?
Atau kami saja yang punya cara berpikir yang aneh bin nyleneh ?
Akibatnya kan jelas akan membebani anggaran Negara sehingga
pembatasan konsumsi Premium perlu dipercepat.Duh, hati nurani
